
Mardliyah Islamic Center kembali menggelar Ceramah Tarawih pada hari Rabu (19/3/2025). Kali ini, MIC mengundang Dosen Fakultas MIPA UGM, yaitu Dr. Drs. Senawi, M.P., Ketua Takmir Masjid MIC UGM sebagai narasumber dengan tema “Belajar kepada Alam: Membaca Ayat-ayat Kauniyah dalam Kehidupan”.
Dr. Senawi memulai kajian dengan mengingat kembali pembahasan saat peringatan Nuzulul Qur’an yakni QS. Al-alaq ayat 1-5. Kemudian, ia melanjutkan pembahasan mengenai keistimewaan manusia, pertama “Manusia adalah makhluk yang paling diistimewakan mulai dari penciptaannya”, tuturnya. Kedua, manusia adalah makhluk yang paling dimuliakan oleh Allah SWT dan yang terakhir manusia adalah makhluk yang paling ditinggikan derajatnya sebagaimana yang tertuang dalam QS Al-Jatsiyah 12-13.
Lebih lanjut, Dr. Senawi menjelaskan tugas utama manusia, “Tugas utama manusia hanya dua, yakni sebagaimana firman Allah dalam QS adz-Dzariyat ayat 56 bahwa manusia mengabdi kepada Allah. Kedua, sebagaimana dalam QS al-Baqarah ayat 30, manusia sebagai khalifah di muka bumi”, jelasnya.
Selanjutnya, Dr. Senawi berkata, “Allah telah memberikan garis besar haluan hidup sebagaimana dalam QS AL-Qasas ayat 77”. Ia menyebut bahwa maksud dari ayat tersebut berisi tuntunan untuk menuju kehidupan akhirat. Kemudian, ia menjelaskan bagaimana strategi dan implementasi untuk mewujudkan maksud ayat tersebut, diantaranya: imaniyah, ibadah, muamalah, mu’asyarah (memperindah ucapan), dan berakhlak atau berbudi pekerti.
Untuk melaksanakan strategi tersebut, terdapat dua macam ayat-ayat yang harus dipahami. Pertama, ayat-ayat qauliyah (Al-Qur’an dan hadits), dan yang kedua ayat-ayat kauniyah (alam semesta dan manusia. Ia menambahkan, “Allah menurunkan perintah tidak hanya dalam ayat-ayat qauliyah tetapi juga ayat-ayat kauniyah dalam kehidupan sehari-hari, dan keduanya bisa menjadi pelajaran bagi manusia”, tuturnya.
Beberapa contoh yang diberikan Dr. Senawi tentang ayat-ayat kauniyah yaitu peristiwa hujan. Ia menyebut, “Air adalah kehidupan dan kehidupan adalah air”, ujarnya. Ia juga menambahkan “ Kita bisa belajar dari air yang, istiqomah mengikuti sunnatullah, mengalir dari hulu ke hilir. Air selalu punya manfaat, ikhtiar, tawakkal, dan juga sabar. Taat, patuh, tetapi juga koordinatif, buktinya air dapat menyatukan berbagai material pembangunan. Terakhir, air memiliki ketegasan, air yang tenang dapat menenggelamkan”, ujarnya.
Selain air, ia juga memberikan beberapa ilustrasi lain tentang ayat-ayat kauniyah seperti, kehidupan ulat dan ular, semut dengan organisatorisnya, dan juga peran cacing dalam menyuburkan tumbuhan.
Sebagai penutup, Dr. Senawi memberikan pesan agar manusia berusaha untuk menjaga alam dan lingkungan. Ia juga menyarankan agar manusia tidak terganggu dengan gangguan-gangguan yang menghampirinya, tetapi harus berfokus pada tujuannya, sebagaimana ilustrasi yang diberikan yaitu elang yang tidak pernah terganggu dengan gangguan gagak. (Sayyidah Khalimatussakdiah: Tim Redaksi RBM 1446 H)