“Tujuan sumpah dengan benda-benda langit adalah untuk menundukkan kita kepada Allah SWT,” Ustaz Ahmad Rafiq
Yogyakarta, 20 Februari 2026 — Masjid Mardliyyah Islamic Center (MIC), Universitas Gadjah Mada, kembali mengadakan Ngaji Kitab Tafsir Marah Labid bersama Ustaz Ahmad Rafiq, M.Ag., Ph.D., dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Pada kesempatan kali ini, Ustaz membahas tafsir Q.S. At-Thāriq dengan pemaknaan yang lebih mendalam, khususnya pada ayat pertama dan kedua.
Beliau memulai kajian dengan membacakan ayat pertama surah tersebut, وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ “Demi langit dan demi sesuatu yang datang pada malam hari.” Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa الطَّارِق berasal dari kata طَرَقَ yang berarti mengetuk atau datang pada malam hari. Dahulu, orang yang datang pada malam hari biasanya mengetuk pintu, sehingga disebut طَارِق. Makna lain dari الطَّارِق adalah الظَّاهِرُ فِي اللَّيْلِ, yaitu bunyi ketukan yang terdengar di malam hari.
Kemudian beliau melanjutkan pembacaan ayat kedua, وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ . Ustaz menjelaskan perbedaan penggunaan ungkapan dalam Mā adrāka (sesuatu telah diberitahukan atau dijelaskan kepada Rasulullah) dan Wa mā yudrīka (Rasulullah belum diberi pengetahuan tentang hal tersebut atau tidak ada penjelasan yang disampaikan). Ayat selanjutnya berbunyi, النَّجْمُ الثَّاقِبُ. Ayat tersebut dimaknai sebagai bintang yang muncul pada malam hari dengan cahaya sangat kuat hingga menembus kegelapan, bahkan tampak bergerak atau meluncur cepat, seperti meteor. Fenomena itu menjadi tanda kekuasaan Allah dan ajakan agar manusia merenungkan ciptaan-Nya serta semakin tunduk kepada-Nya.
Sebagai penutup, Ustaz Rafiq menegaskan bahwa penafsiran surah ini menunjukkan kebesaran ciptaan Allah melalui benda-benda langit yang muncul di kegelapan malam, sebagai tanda kekuasaan-Nya sekaligus pengingat bagi manusia. Allah mengajak manusia untuk berpikir, tidak merasa sombong, dan merenungkan ciptaan-Nya, serta memerintahkan agar kita semakin tunduk kepada-Nya.
Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb
(Hashifa Zara Ahfiyani: Tim Redaksi RBM 1447 H)