“Kita taat pada pemerintah selama tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya”
Yogyakarta, 3 Maret 2026 –Masjid Mardliyyah Islamic Center (MIC), Universitas Gadjah Mada kembali mengadakan Ceramah Tarawih berupa Mimbar Internasional yang dibersamai oleh Achmad Munjid, M.A., Ph.D., selaku dosen Sastra Inggris FIB UGM dengan tema “Sampai Batas Mana Muslim Harus Taat pada Pemerintah?”
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah SWT. dan Rasul-Nya,” ucap beliau untuk memulai kajian dengan membaca Surah An-Nisa ayat ke-59. Beliau menegaskan kepada jemaah bahwa orientasi hidup seorang muslim adalah taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah, serta taat kepada ulil amri.
Selanjutnya, ia menjelaskan makna sebenarnya dari ulil amri yang kerap menuai perdebatan di kalangan umat. Sebagian mengartikan ulil amri sebagai ulama, sementara sebagian lainnya menafsirkannya sebagai pemerintah. Secara garis besar, ulil amri dapat dikategorikan sebagai pihak yang memiliki otoritas, wewenang, dan kekuasaan atas suatu urusan. Dalam konteks tersebut, beliau mengingatkan, “Harus membuat jarak dengan pemerintah dan berani menyampaikan kritik dengan benar.”
Kajian kemudian ditutup dengan pembahasan mengenai konflik yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat. Beliau menyatakan bahwa bergabungnya Indonesia sebagai salah satu anggota Board of Peace yang dinilai memfasilitasi penyerangan terhadap Iran patut dikritik dari sudut pandang seorang muslim.
Wallahu a’lam bis-sawab
Catherine Surya: Tim Redaksi RBM 1447 H